Kenangan Indah Bersama Sosok Founder & Curator Orelia Global Malaysia

Kenangan Indah Bersama Sosok Founder & Curator Orelia Global Malaysia

9k=

Ada kehangatan tersendiri yang membekas ketika batas negara tak lagi berjarak, terlebur dalam keramahan alami alam Flores. Rabu, 12 Agustus 2026, menjadi hari yang sungguh spesial. Hari itu, saya berkesempatan menemani langkah hangat satu keluarga asal Malaysia—Bapak Irfan, sosok Founder & Curator Orelia Global Malaysia, bersama istri keluarganya.

Mengisi agenda liburan keluarga selama beberapa hari di Labuan Bajo, Bapak Irfan dan keluarga membuat keputusan yang teramat berkesan. Mereka memilih destinasi Wisata Seribu Air Terjun di Desa Wisata Wae Lolos sebagai lokasi trip hari pertama penjelajahan mereka. Sebuah pilihan intuitif seorang kurator yang mencari keotentikan dan keasrian alam yang belum terjamah.

Perjalanan hari pertama mereka bukan sekadar pelesiran biasa, melainkan sebuah penjelajahan jiwa di tengah rimbunnya Bentang Alam Mbeliling, Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos.

Di bawah gerbang hijau bertajuk “Mai Ga Ite” keluarga Bapak Irfan mengabadikan momen keceriaan sebelum treking ke Cunca Plias. Tampak langit biru berpohon awan putih menaungi keceriaan mereka, seolah alam Wae Lolos turut menyambut kedatangan saudara serumpun dari negeri jiran ini dengan tangan terbuka.

Namun, daya tarik Wae Lolos tak berhenti pada megahnya lanskap dan sejuknya percikan air terjun. Magis sejati dari pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) justru terpancar saat langkah mereka terhenti di sebuah pondok bambu bersahaja di tepi jalur jelajah.

Di gazebo beratap ijuk tersebut, interaksi jujur nan menyentuh terjadi. Ibu-ibu warga lokal menyapa mereka penuh kehangatan, menyajikan kesegaran buah-buahan lokal hasil kebun Wae Lolos—seperti nanas manis dan kelapa segar yang dipetik langsung dari kebun. Bapak Irfan dan keluarga tampak sangat menikmati momen itu; berbincang santai, bersenda gurau, dan merasakan ketulusan hospitality khas warga Wae Lolos yang polos tanpa sekat.

Bagi saya, mendampingi seorang kurator kaliber internasional seperti Bapak Irfan di hari pertama liburannya memberikan ruang refleksi yang mendalam. Bahwa Pariwisata desa bukan sekadar menjual keindahan panorama, melainkan tentang menghidupkan roh persaudaraan. Ketika senyum tulus warga desa menyatu dengan rasa kagum wisatawan, di situlah kenangan manis terpatri abadi.

Interaksi yang terjalin selama trip hari pertama itu rupanya meninggalkan kesan mendalam bagi Bapak Irfan. Kedekatan yang tulus membuat sekat antara pemandu dan wisatawan sirna, berganti menjadi benih persaudaraan.

Momen haru terjadi sesaat sebelum mereka berpamitan untuk kembali ke Labuan Bajo. Bapak Irfan menghampiri saya, menatap hangat, dan mengajukan sebuah pertanyaan yang tak saya duga.

“Pernah ke Malaysia?” tanyanya. Belum sempat saya menjawab, beliau melanjutkan dengan penuh ketulusan, “Kalau ke Malaysia, hubungi saya. Saya menjemput kamu di Bandara,” ujarnya tegas, menawarkan keramahtamahan balik dari negerinya.

Seraya berkata demikian, beliau memberikan sebuah Kartu Nama berwarna hitam legam dengan tulisan emas yang elegan: ORÉLIA GLOBAL, lengkap dengan tagline “Crafted in Gold. Defined by Elegance.” Sebuah kartu nama yang bukan sekadar identitas bisnis, melainkan sebuah undangan persahabatan yang tulus.

Terima kasih kepada Bapak Irfan dan keluarga yang telah memilih Wae Lolos sebagai awal penjelajahan cerita indah di bumi Flores. Undangan Bapak akan selalu saya ingat, sebagai simbol bahwa dari sebuah sudut desa wisata kecil di Manggarai Barat, sebuah persaudaraan lintas sempadan bisa tumbuh begitu kuat. Semoga jejak langkah dan kehangatan hari ini menjadi ikatan kenangan yang selalu memanggil untuk kembali.

*(Robert Perkasa, Ketua Pokdarwis Cunca Plias).

Loading

Share This :

Scroll to Top