Wisatawan Thailand Jatuh Cinta di Desa Wisata Seribu Air Terjun Wae Lolos

LABUAN BAJO – Gemericik air yang jernih dan hamparan hijau hutan Bentang Alam Mbeliling berhasil mencuri hati dua wisatawan asal Thailand. Alih-alih memilih hiruk-pikuk Bali yang populer, kedua pelancong cantik ini justru memilih menepi ke Barat Manggarai, tepatnya ke Desa Wisata Wae Lolos, untuk mencari ketenangan yang autentik pada Kamis, 16 April 2026.
Petualangan selama empat jam di destinasi berjuluk “Desa Seribu Air Terjun” ini seolah menjadi oase bagi mereka.
Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalur setapak yang dihiasi kekayaan hayati. Sebagai pecinta flora, langkah mereka kerap terhenti bukan karena lelah, melainkan karena pesona anggrek hutan dan berbagai bunga liar yang bermekaran di sepanjang jalan. Kamera mereka tak henti mengabadikan setiap detail keindahan alami tersebut.
Empat Spot, Satu Kedamaian
Puas mengagumi bunga, kesegaran air terjun menjadi tujuan utama. Mereka menghabiskan waktu dengan mandi dan relaksasi di empat titik ikonik: Cunca Plias 1, Cunca Plias 2, Tiwu Galong, hingga spot eksotis yang dikenal sebagai “Kolam di Atas Awan”.
Di sana, mereka merasakan sensasi berenang dengan latar pemandangan lembah yang tertutup kabut tipis, sebuah kemewahan yang sulit ditemukan di kota besar.
Kehangatan di Kebun dan Kantin Warga

Namun, Wae Lolos bukan hanya soal bentang alam. Perjalanan pulang menjadi momen emosional saat mereka bertemu dengan sekelompok ibu-ibu petani yang sedang bergotong-royong di kebun.
Tanpa sekat bahasa yang berarti, tawa pecah saat mereka berbaur dan berfoto bersama para petani serta anak-anak desa yang menyambut mereka dengan riang.
Sebelum meninggalkan desa, kedua wisatawan ini menyempatkan diri mampir di kantin warga. Di sana, mereka mencicipi hasil bumi langsung dari petani Kampung Langgo, Desa Wisata Wae Lolos; buah markisa yang asam segar dan nanas manis hasil kebun petani setempat.
Sebagai buah tangan, mereka memilih membawa pulang kopi lokal berkualitas sebagai kenang-kenangan akan cita rasa Manggarai Barat.
Dari Desa Wisata Menuju Komodo

Setelah memulai petualangan mereka di Wae Lolos sejak tiba di Labuan Bajo kemarin, kedua wisatawan ini dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Komodo esok hari.
Sebelum akhirnya kembali ke Jakarta dan terbang menuju Thailand. Mereka mengaku sangat terkesan dengan keramahan warga desa Wisata Wae Lolos.
Pilihan mereka untuk melewatkan Bali dan memilih Wae Lolos menjadi bukti kuat bahwa wisata berbasis komunitas dan kelestarian alam memiliki daya tarik magis bagi wisatawan mancanegara yang merindukan pengalaman yang otentik.
*(Robert Perkasa, Ketua Pokdarwis Cunca Plias).
![]()